Sabtu, 11 Mei 2013

Model Komunikasi Gerbner


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Dalam mempelajari ilmu komunikasi salah satu hal yang kita pelajari adalah bagaimana kita menangkap makna dari apa-apa yang disampaikan media massa. Model Gerbner menggambarkan model komunikasi dengan cakupan yang luas. Meskipun demikian Gerbner lebih menitikberatkan pada persepsi dan saluran komunikasi.
Sebagai seorang ahli riset media massa, Gerbner mencoba untuk menggambarkan model komunikasi dengan cakupan yang luas. Meskipun demikian Gerbner lebih menitikberatkan pada persepsi dan saluran komunikasi. Bila diamati, model teorinya, sesungguhnya model ini adalah perluasan dari Teori Lasswell.


1.2   RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian komunikasi?
2.      Apa peengertian model pada komunikasi?
3.      Bagaimana model komunikasi Lasswell?
4.      Berikan penjelasan tentang model Gerbner!

1.3  TUJUAN
1.      Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian komunikasi
2.      Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian model pada komunikasi
3.      Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana model komunikasi Lasswell
4.      Agar mahasiswa dapat mengerti tentang model Gerbner



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KOMUNIKASI KESEHATAN
Menurut Effendi (1995) komunikasi itu sendiri bisa diartikan sebagai suatu  proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberikan atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku baik secara langsung (lisan)  maupun tak langsung
Istilah ‘komunikasi’ (communication) berasal dari bahasa Latin ‘communicatus’ yang artinya berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian komunikasi menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
Menurut WHO (1947) sehat adalah keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan...”
Dari beberapa pengertian di atas, komunikasi kesehatan adalah proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator melalui saluran/media tertentu kepada komunikan dengan tujuan untuk mendorong perilaku manusia tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan yang mengarah kepada keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan sosial.

2.2 PENGERTIAN MODEL KOMUNIKASI
      Model adalah pola (contoh, acuan, ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Definisi lain dari model adalah abstraksi dari sistem sebenarnya, dalam gambaran yang lebih sederhana serta mempunyai tingkat prosentase yang bersifat menyeluruh, atau model adalah abstraksi dari realitas dengan hanya memusatkan perhatian pada beberapa sifat dari kehidupan sebenarnya. Sedangkan yang dimaksud dari model komunikasi adalah pola yang digunakan dalam proses komunikasi.
Menurut Sereno dan Mortensen, suatu model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Suatu model merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam “dunia nyata”.
Aubrey Fisher mengatakan, model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari fenomena yang dijadikan model. Werner J. Severin dan James W. Tankard, Jr. mengatakan bahwa model membantu merumuskan suatu teori dan menyarankan hubungan.
Oleh karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampur adukkan dengan teori model-model komunikasi dapat dibagi dalam lima kelompok. Kelompok pertama, disebut sebagai model-model dasar. Kelompok kedua menyangkut pengaruh personal, penyebaran dan dampak komunikasi masa terhadap perorangan. Kelompok ketiga meliputi model-model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat. Kelompok keempat berisikan model-model yang memusatkan perhatian pada khalayak. Kelompok kelima mencakup model-model komunikasi tentang sistem, produksi, seleksi dan alur media massa.
Gordon Wiseman dan Larry Barker, mengemukakan bahwa model kamunikasi mempunyai tiga fungsi yaitu :
1.      Melukiskan proses komunikasi,
2.      Menunjukkan hubungan visual
3.      Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.

2.3 MODEL KOMUNIKASI LASSWELL
      Harold D. Lasswell, adalah ilmuwan politik yang juga tertarik mendalami komunikasi. Bidang studi yang ditekuninya terutama yang menyangkut propaganda dan komunikasi politik. Karena kontribusinya yang besar terhadap perkembangan ilmu komunikasi, ia dipandang sebagai satu dari empat yang mendapat sebutan The Founding Fathers.
      Menurut Lasswell persoalan komunikasi menyangkut lima pertanyaan sederhana, sebagai berikut
1.      Who (siapa)
2.      Says what (mengatakan apa)
3.      In which channel (melalui saluran apa)
4.      To whom (kepada siapa)
5.      With what effects (dengan akibat apa)
Model komunikasi klasik dari Lasswell menunjukkan bahwa pihak pengirim pesan (komunikator) pasti mempunyai suatu keinginan untuk mempengaruhi pihak penerima (komunikan), karenanya komunikasi harus dipandang sebagai upaya persuasi. Setiap upaya penyampaian pesan dianggap akan menghasilkan akibat baik positif maupun negatif. Dan hal ini menurut Lasswell banyak ditentukan oleh bentuk dan cara penyampaiannya. Salah satu kelemahannya adalah tidak digambarkannya unsur feedback (umpan balik) sehingga proses komunikasi yang dijelaskan bersifat satu arah.
      Formula Lasswell dapat digambarkan sebagai berikut
Mengatakan apa
 
Dengan saluran apa
 
Kepada siapa
 
Dengan akibat apa
 
Siapa
 
 




1.      Komunikator   = analisis sumber/control
2.      Pesan = analisis isi pesan
3.      Medium = analisis media
4.      Khalayak = analisis khalayak
5.      Akibat = analisis dampak

2.4 MODEL KOMUNIKASI GERBNER
Model komunikasi yang dikemukakan Gerbner hamper sama bentuknya dengan model Lasswell. Tapi prosesnya lebih kompleks karena melibatkan elemen-elemen komunikasi yang lebih banyak.
Cakupan penelitian Gerbner meliputi penelitian komunikator dan khalayak, penelitian persepsi dan teori, pengukuran efektifitas, penelitian tentang situasi sosial dan fisik, saluran, meida, fasilitas komunikasi, administrasi, distribusi, kebebasan mencapai fasilitas, struktur organisasi, pola dan gaya komunikasi, analisa isi pesan dan arti kata, serta penelitian menyeluruh tentang perubahan.
Model Gerbner memperlihatkan proses komunikasi yang menghasilkan pengaruh timbal balik antar manusia dan media ataupun antar manusia sendiri, dari sekian banyaknya ruang lingkup penelitian yang ditawarkan Gerbner, penelitian tentang persepsi menarik untuk dikaji karena diperjatikan sebab-sebab perbedaan pengertian dan interpretasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi
1.      Hubungan antara suatu kejadian dan hidup serta pengalaman komunikan
2.      Proses psikologis yang terjadi dalam proses interpretasi
3.      Saluran komunikasi, apakah melalui media ataukah secara langsung
Sebagaimana diketahui bahwa proses komunikasi pada dasarnya adalah ingin mewujudkan sesuatu, maka tujuan komunikator harus sama denfan keinginan komunikan sehingga terjadi overlapping of interest atau perimpitan keinginan.
Ada kalanya suatu event diterima dari banyak komunikator, hal ini menyebabkan ada akibat yang bercampur (mixed sequence) yang nantinya akan member feedback yang berbeda-beda. Umumnya terjadi pada masyarakat yang menggunakan media untuk memperoleh informasi dimana sumber informasi diperoleh dari berbagai macam media massa yang mempunyai tujuan ataupun cara pandang yang berbeda-beda satu sama lain meskipun yang dibahas hanya satu topik.

Model komunikasi yang dibuat Gerbner ada dua, yaitu model verbal dan model gambar
2.4.1 Model Verbal
Model komunikasi verbal yang dikembangkan Gerbner mencakup unsur- unsur yaitu sebagai berikut
1.      Someone …………………….. Komunikator dan komunikan
2.      Object ……………………….. objek peristiwa
3.      Perceives an event …………... Persepsi
4.      And reacts ………………….... reaksi
5.      In a situation ……………..….. Situasi fisik/psikologis/sosial
6.      Trough some means ……..….. saluran/media
7.      To make available materials … distribusi, administrasi
8.      In some form ………………… bentuk, struktur, pola
9.      And context …………………. Konteks, setting
10.  If some consequences ……….. akibat, hasil

Model verbal Gerbner adalah sebagai berikut:
Seseorang (sumber, komunikator) Mempersepsi suatu kejadian Dan bereaksi Dalam suatu situasi Melalui suatu alat (saluran;media; rekayasa fisik; fasilitas administrative dan kelembagaan untuk distribusi dan control) Untuk menyediakan materi Dalam suatu bentuk Dan konteks Yang mengandung isi Yang mempunyai konsekuensi.

2.4.2 Model Gambar
Gerbner's General Model (1956).jpg

M         = manusia atau mesin
S          = bentuk
E          = peristiwa
E1        = persepsi
E2        = isi

            Model gambar yang dibuat Gerbner menjelaskan bahwa proses komunikasi diawali dengan suatu tindakan pemahaman (persepsi). Dimensi pendekatan Gerbner terhadap persepsi ini dilukiskan melalui dua pendekatanm yaitu pendekatan transaksional dan pendekatan psychophysical (psikologi-fisik)

Dari kedua model komunikasi Gerbner, jadi komunikasi menurut Gerbner adalah suatu proses di mana seseorang (komunikator atau komunikan) mempresepsikan suatu objek peristiwa, dan bereaksi dalam suatu situasi, dengan menggunakan alat atau saluran tertentu agar sesuatu yang disampaikan itu menjadi ada, dalam bentuk dan konteks tertentu, dengan makna atau arti tertentum dan dengan tujuan memperoleh suatu akibat atau hasil tertentu.
            Berikut adalah pendekatan model Gerbner
1.      Pendekatan Transaksional
E1 semata-mata dianggap sebagai fungsi asumsi, pandangan pengalaman dan faktor lain yang berkaitan dengan pengalaman si M. seperti apa E1 bagi si M tergantung faktor yand ada di dalam diri M sendiri.
2.      Pendekatan psychophysical
E itu sendiri merupakan faktor terpenting, yang menimbulkan persepsi yang jelas dan akurat dalam kondisi yang menguntungkan. Bagaimana pemahaman M ditentukan oleh caranya memilih, konteksnya, serta ketersediaan E.




BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
1.      komunikasi kesehatan adalah proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator melalui saluran/media tertentu kepada komunikan dengan tujuan untuk mendorong perilaku manusia tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan yang mengarah kepada keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan sosial.
2.      Model komunikasi adalah pola yang digunakan dalam proses komunikasi.
3.      Model komunikasi klasik dari Lasswell menunjukkan bahwa pihak pengirim pesan (komunikator) pasti mempunyai suatu keinginan untuk mempengaruhi pihak penerima (komunikan), karenanya komunikasi harus dipandang sebagai upaya persuasi. Setiap upaya penyampaian pesan dianggap akan menghasilkan akibat baik positif maupun negatif. Dan hal ini menurut Lasswell banyak ditentukan oleh bentuk dan cara penyampaiannya. Salah satu kelemahannya adalah tidak digambarkannya unsur feedback (umpan balik) sehingga proses komunikasi yang dijelaskan bersifat satu arah.
4.      Ada kalanya suatu event diterima dari banyak komunikator, hal ini menyebabkan ada akibat yang bercampur (mixed sequence) yang nantinya akan member feedback yang berbeda-beda. Umumnya terjadi pada masyarakat yang menggunakan media untuk memperoleh informasi dimana sumber informasi diperoleh dari berbagai macam media massa yang mempunyai tujuan ataupun cara pandang yang berbeda-beda satu sama lain meskipun yang dibahas hanya satu topik.

3.2    SARAN

1 komentar: